1. 

Tujuan

  Prosedur ini bertujuan untuk mengatur penggunaan peralatan penelitian di Laboratorium Pusat Penelitian Bioteknologi (Puslit) - LIPI. 

2.

Ruang Lingkup

  Prosedur ini berlaku bagi semua pengguna alat di Puslit Bioteknologi – LIPI baik peneliti, teknisi, Pegawai Tidak Tetap (PTT), maupun mahasiswa.

3.

Rujukan

  P2BIOTEK/PR/UM/7.1-3: Prosedur Penyediaan dan Penggunaan Infrastruktur

4.

Penanggung jawab

4.1. Kepala Sub Bidang Peralatan Penelitian

5.

Istilah dan Definisi

 
  1. Pegawai Tidak Tetap (PTT) adalah pegawai Puslit Bioteknologi yang bekerja berdasarkan kontrak kerja untuk periode tertentu. Dalam prosedur ini, PTT yang dimaksud adalah PTT yang direkrut untuk pekerjaan riset di laboratorium.
  2. Operator Alat adalah personil laboratorium (peneliti/teknisi) yang memiliki kompetensi pengoperasian alat tertentu. Daftar Operator Alat disusun oleh Kepala tiap laboratorium dan Kepala Sub Bidang Peralatan Penelitian. Operator Alat ditugaskan oleh Kepala Puslit Bioteknologi untuk memberikan pengenalan, pelatihan pengoperasian, dan menguji calon pengguna alat serta mengawasi pengoperasian alat.
  3. Penanggung jawab Alat (Pj-Alat) dalam lingkup prosedur ini adalah teknisi Sub Bidang Peralatan Penelitian yang ditugaskan untuk mengatur dan memantau penggunaan peralatan penelitian pada koridor/lab tertentu.
  4. Pengelola SIERAJIN adalah pegawai pada Sub Bidang Peralatan Penelitian yang ditugaskan untuk mengelola web SIERAJIN yang meliputi penambahan, perubahan, dan penghapusan data dan informasi.

6.

Rincian Prosedur

6.1. Persiapan
 
  1. Peneliti mengidentifikasi alat yang akan digunakan dan personil yang ditunjuk menggunakan alat pada saat merencanakan atau menyusun proposal penelitian.
  2. Pengguna alat yang belum menguasai pengoperasian alat harus menjalani proses pengenalan dan pelatihan pengoperasian alat dari Operator Alat.
  3. Pengguna alat dapat meminta bantuan informasi yang diperlukan kepada Pj-Alat untuk tiap koridor/lab.
  4. Pengguna alat (peneliti/teknisi/PTT/mahasiswa) menghubungi Operator Alat di laboratorium yang dituju untuk mendapatkan pelatihan dan pengesahan kompetensi pengoperasian alat.
  5. Jika pengguna alat sebelumnya telah mampu mengoperasikana alat, Operator perlu memastikan kompetensi pengguna dengan cara pengenalan singkat memantau pengoperasian alat.
  6. Jika pengguna alat sudah menguasai pengoperasian alat, Operator Alat dan Kepala/Wakil Kepala Lab (pembimbing) memberikan pengesahan kompetensi pengoperasian alat pada formulir Sarlit/FR-PR 01/01.
  7. Pengguna alat yang telah memiliki pengesahan kompetensi pengoperasian alat dapat mengoperasikan alat dengan mengikuti langkah-langkah berikutnya dalam prosedur ini.
  8. Pengguna alat yang belum memiliki pengesahan kompetensi pengoperasian hanya diperbolehkan menyaksikan pengoperasian alat oleh Operator Alat atau pengguna lain yang telah mendapatkan pengesahan kompetensi.
6.2. Pengajuan Penggunaan Alat (Booking)
A. Booking On-line
 
  1. Booking untuk beberapa alat dilakukan secara on-line melalui Sistem Informasi Peralatan dan Pengujian (SIERAJIN).
  2. Pengguna alat melakukan booking dengan mengakses SIERAJIN pada alamat situs: http://intra.biotek.lipi.go.id/p2btsarlit.
  3. Pengguna alat memasukkan username dan password SIERAJIN yang diperoleh dari Pengelola SIERAJIN.
  4. Pengguna alat melihat daftar alat yang harus di-booking secara on-line pada menu: Peralatan Penelitian > Inventaris Alat> group by > Booking Alat.
  5. Pengguna alat mengikuti langkah-langkah booking on-line yang dijelaskan pada menu: Panduan > Panduan Sistem Informasi > Penggunaan Sistem.Pengguna alat dapat melakukan booking off-line untuk alat-alat tersebut jika sistem informasi atau jaringan internet mengalami gangguan.
B. Booking Off-line
 
  1. Pengguna alat menghubungi Pj-Alat atau personil lab atau memeriksa Log Book Penggunaan Alat (Sarlit/FR-PR 01/02) terkait untuk melihat ketersediaan dan kondisi alat.
  2. Calon pengguna mengisi rencana tanggal dan jam penggunaan pada formulir Sarlit/FR-PR 01/02.
  3. Kepala Lab atau personil lab (peneliti/teknisi) yang ditunjuk Kepala Lab memberikan persetujuan booking pada Log Book Sarlit/FR-PR 01/02. Jika alat tersedia saat itu, pengguna dapat langsung mengoperasikan alat dengan menunjukkan pengesahan kompetensi pengoperasian (Sarlit/FR-PR 01/01).
  4. Pembatalan booking harus dilakukan sesegera mungkin, paling lambat satu jam sebelum jadwal penggunaan. Calon pengguna memberitahukan pembatalan kepada Pj-Alat atau personil lab terkait.
6.3. Ketentuan Umum Penggunaan Alat
 
  1. Pengguna alat wajib menjaga kebersihan alat pada saat dan setelah pengoperasian alat.
  2. Setelah menggunakan alat, pengguna wajib mengisi data penggunaan dan kondisi alat pada Log Book Sarlit/FR-PR 01/02.
  3. Pj-Alat dan personil lab dapat menegur/mengingatkan pengguna agar mengisi log penggunaan dan menjaga kebersihan alat.
  4. Pengguna alat dari kalangan mahasiswa harus menggunakan tanda pengenal (ID Card dari Puslit Bioteknologi).
  5. Pengguna alat dari kalangan mahasiswa diperbolehkan menggunakan alat dengan pengawasan dari Operator Alat atau peneliti/teknisi dari lab manapun yang mendapat pengesahan pengoperasian alat tersebut. Jika personil yang melakukan pengawasan belum ada, manasiswa harus menangguhkan penggunaan alat.
6.4. Penggunaan Alat Khusus
 
  1. Pj-Alat mengatur jadwal penggunaan alat yang memiliki beban kerja tinggi seperti autoclave, centrifuge, incubator, oven, spectrophotometer, dll. 
  2. Pj-Alat alat mengatur jadwal penggunaan alat sesuai dengan urutan booking penggunaan alat. Pengaturan jadwal diletakkan di dekat alat terkait.
  3. Operator Alat atau Pj-Alat mendampingi pengoperasian alat spesifik yang berkinerja tinggi baik yang dilakukan oleh PNS, PTT, maupun mahasiswa.
6.5. Penggunaan Alat di Luar Jam/Hari Kerja
 
  1. Ijin untuk mengoperasikan alat di luar jam/hari kerja diberikan kepada pegawai tetap (PNS). Kepala Lab/pembimbing bertanggung jawab terhadap penunjukan pendamping untuk PTT/mahasiwa yang akan mengoperasikan alat di luar jam/hari kerja. 
  2. Setelah ajuan peminjaman alat (formulir Sarlit/FR-PR 01/02) diijinkan, calon pengguna berkoordinasi dengan Pj-Alat atau Operator Alat untuk mendapatkan akses ke ruangan (misal: kunci ruangan).
  3. Pengguna alat / pendamping alat harus membawa salinan/hasil foto halaman formulir Sarlit/FR-PR 01/02 terkait saat mengoperasikan alat untuk ditunjukkan kepada Petugas Keamanan jika diperlukan.
6.6. Tindakan terhadap Alat yang Normal/Rusak
 
  1. Pengguna alat wajib segera menghubungi Pj-Alat dan personil lab terkait jika terjadi kerusakan/ketidaknormalan alat serta Petugas Keamanan jika terjadi kondisi darurat.
  2. Pengguna alat menuliskan keterangan ketidaknormalan/kerusakan alat pada Log Book (Sarlit/FR-PR 01/02).
  3.  Pj-Alat atau personil lab melaporkan ketidaknormalan/kerusakan kepada Kasub Bid. Peralatan Penelitian  dengan mengisi formulir Laporan Kerusakan Infrastruktur (P2BIOTEK/FR/UM/7.1-2-3).
  4. Kepala Laboratorium/pembimbing ikut bertanggung jawab terhadap kerusakan alat akibat faktor kelalaian pengguna di bawah bimbingannya, yang mengoperasikan alat tanpa pengesahan kompetensi terlebih dahulu.