Daftar Hasil Penelitian
2014
Metode
Teknik Mikropropagasi Tanaman Taka (Tacca leontopetaloides) secara in vitro

Perbanyakan Tanaman taka (Tacca leontopetaloides) secara konvensional dari biji menghadapi permasalahan dormansi dan rendahnya viabilitas biji, sedangkan perbanyakan melalui umbi menghadapi masalah terbatasnya produksi umbi taka. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu alternatif perbanyakan tanaman taka dapat dilakukan melalui teknik mikropropagasi (secara kultur jaringan). Teknik ini memiliki keunggulan diantaranya dapat menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat serta tidak terpengaruh faktor musim sehingga dapat diproduksi secara kontinyu. Selain itu konservasi secara in vitro juga lebih mudah dilakukan karena tanaman ini endemik tumbuh di beberapa kawasan panati di beberapa daerah yang terbatas di Indonesia..

Metode mikropropagasi ini telah berhasil dilakukan dengan eksplan biji dan helai daun yang ditanam pada media MS yang mengandung BAP atau kinetin. Pada media ini proliferasi tunas mempunyai keberhasilan tinggi.

Produksi bibit tanaman taka dalam jumlah besar dan dalam waktu yang relatif singkat pada media sederhana.

Martin AF, Ermayanti TM, Hapasari BW & Rantau DE, 2012, Rapid micropropagation of Tacca leontopetaloides (L,) Kuntze, Proceedings The 5th Indonesia Biotechnology Conference, Pp 240-251.

Satu paket metode
Ruang Kultur Laboratorium Biak Sel dan Jaringan Tanaman Puslit Bioteknologi LIPI
Terbuka
5

Industri Pangan

-
Super User
Foto dan Gambar
Inisiasi kultur tunas dari daun T. leontopetaloides pada media MS
Multiplikasi tunas T. leontopetaloides pada media MS dengan 0,5 mg/l kinetin umur 3 minggu, 12 minggu dan 16 minggu
Gambar 3. Multiplikasi tunas T. leontopetaloides pada media MS dengan 0,5 mg/l kinetin umur 3 minggu, 12 minggu dan 16 minggu.