Daftar Hasil Penelitian
2015
Metode
Metode embryogenesis tanaman jeruk (Citrus sp.)

Pengembangan tanaman buah lokal seperti jeruk (Citrus sp.) terus diupayakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap buah impor. Salah satu cara perbanyakan bibit jeruk secara konvensional biasa dilakukan dengan sambung pucuk. Perbanyak secara in vitro dapat pula dilakukan antara lain dengan proliferasi tunas maupun dengan embriogenesis. Keuntungan dari perbanyakan secara embriogenesis bahwa produksi embrio somatik dapat dilakukan secara massal pada lingkungan terkontrol untuk mendapatkan bibit unggul dalam jumlah banyak. Penguasaan tahapan embriogenesis dan sistem regenerasi melalui embriogenesis somatik perlu dioptimasi termasuk juga untuk menghasilkan jeruk unggul.

 

Planlet jeruk hasil embriogenesis somatik dengan berbagai sifat unggul.

 

Diperoleh bibit tanaman jeruk unggul hasil embriogenesis somatik dan yang memiliki daya tumbuh di lapangan dan produktivitas tinggi

 

 

  1. Wulandari DR, A. Purwito, S. Susanto, A. Husni, TM Ermayanti Somatic embryogenesis and plantlet regeneration of pummelo ‘Nambangan’ (Citrus maxima (Burm.) Merr.) Agrivita (in review).

  2. Aida Wulansari, Agus Purwito, Ali Husni,Enny Sudarmonowati. 2015. Kemampuan Regenerasi Kalus Embriogenik Asal Nuselus Jeruk Siam serta Variasi Fenotipe Tunas Regeneran. Prosiding Seminar Nasiona Masyarakat Biodiversitas Indonesia 20 Desember 2014. Vol.1 (1) : 97-104.

  3. Dyah Retno Wulandari, Aida Wulansari, Deritha Ellfy Rantau, Tri Muji Ermayanti. 2017. Multiplikasi tunas in vitro jeruk batang bawah Japansche citroen (JC) dengan peningkatan konsentrasi vitamin dan penambahan sitokinin. Seminar UGM. Oktober 2016. (In press).

 

1 paket metode
Laboratorium Biak Sel dan Jaringan Tanaman
Terbuka
4

Produsen bibit tanaman

 

Satuan Kerja
Super User
Foto dan Gambar
Gambar 1. Regenerasi planlet pamelo melalui induksi embriogenesis langsung dari eksplan biji muda kupas (A-G proses regenerasi hingga menjadi planlet)
Gambar 2. Embriogenesis jeruk siam gunung omeh (A. kalus primer yang muncul dari bagian hipokotil kecambah dari biji; B. Proliferasi kalus sekunder)