Daftar Hasil Penelitian
2015
Metode
Metode Induksi Tanaman Artemisia annua Poliploid secara in vitro Menggunakan Orizalin

Selain dengan perlakuan kolkisisn, induksi poliploidi pada tanaman Artemisia annua juga dilakukan dengan menggunakan orizalin. Cara ini merupakan cara alternatif mendapatkan tanaman poliploid karena kolkisin merupakan bahan kimia yang bersifat toksik. Induksi poliploid juga dilakukan secara in vitro agar mudah dikontrol dan planlet hasil perlakuan mudah diseleksi di laboratorium.

Induksi poliploidi secara in vitro dan seleksi planlet poliploid dapat dilakukan dengan mudah dengan bhan kimia non-toksik.

Tersedianya teknik in vitro sederhana dan lebih aman untuk menghasilkan tanaman poliploid dan tersedianya bibit unggul tanaman A. annua poliploid yang memiliki kadar artemisinin lebih tinggi.

Ermayanti, T.M., E. Al Hafiizh, A.F. Martin dan D.E. Rantau. 2014. Induksi tanaman poliploid Artemisia annua L. secara in vitro dengan perlakuan konsentrasi dan lama perendaman orizalin. Prosiding Seminar Nasional XVII “Kimia dalam Pembangunan. Yogyakarta, 19 Juni 2014. Hal : 1-8.

Satu paket metode
Laboratorium Biak Sel dan Jaringan Tanaman Puslit Bioteknologi LIPI
Terbuka
5

Industri farmasi

Kedeputian IPH
Super User
Foto dan Gambar
Tunas Artemisia annua setelah 6 minggu perlakuan perendaman larutan orizalin 1 hari dengan konsentrasi 0 (kontrol) (A) 7,5 (B); 15 (C); 30 (D); dan 60 ?M (E).
Tunas Artemisia annua setelah 6 minggu perlakuan perendaman larutan orizalin 2 hari dengan konsentrasi 0 (kontrol) (A) 7,5 (B); 15 (C); 30 (D); dan 60 ?M (E)
Tunas Artemisia annua setelah 6 minggu perlakuan perendaman larutan orizalin 1 hari dengan konsentrasi 0 (kontrol) (A) 7,5 (B); 15 (C); 30 (D); dan 60 ?M
Tunas Artemisia annua setelah 6 minggu perlakuan perendaman larutan orizalin 5 hari dengan konsentrasi 7,5 (A); 15 (B); 30 (C); dan 60 ?M (D)
Jumlah kromosom dari akar A. annua hasil perlakuan kolkisin, (A) diploid 2n=2x=18, (B) triploid 2n=3x=27, dan (C) tetraploid 2n=4x=36
Histogram flowsitometer A. annua hasil perlakuan orizalin, (A) diploid, (B) triploid, (C) tetraploid dan (D) miksoploid, menurut invensi ini