Daftar Hasil Penelitian
2016
Metode
Metode Induksi Tanaman Taka (Tacca leontopetaloides) Poliploid secara in vitro Menggunakan Orizalin

Tacca leontopetaloides perlu dikembangkan karena jenis-jenis ini mempunyai kandungan nutrisi yang cukup tinggi dan secara lokal di Indonesia dikonsumsi sebagai bahan pangan alternatif (fungsional). Tanaman tacca mempunyai kandungan pati (amilosa dan amilopektin) yang mirip dengan kentang. T. leontopetaloides secara spesifik belum dibudidayakan dan tumbuh terbatas di daerah ini di sekitar pantai. Oleh karena itu pengembangan tanaman ini untuk dibudidayakan baik secara konvensional maupun dengan kultur jaringan sangat diperlukan. Metode mikropropagasi taka telah dikembangkan di laboratorium Biak Sel dan Jaringan Tanaman, Puslit Bioteknologi-LIPI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan manipulasi sel somatik melalui induksi tanaman poliploid dengan orizalin.

Bibit tanaman taka poliploid

Menambah keragaman taka Indonesia sebagai sumber genetik untuk pemuliaan tanaman

Martin, A.F., TM. Ermayanti, B.W. Hapsari and D.E. Rantau. 2012. Rapid Micropropagation of Tacca leontopetaloides (L.n   Kuntze. Proceedings The 5th Indonesia Biotechnology Conference “Green Industrial Innovation through Biotechnology”. Mataram, 4th – 7th July, 2012. pp 240-251.

Satu paket metode
Laboratorium Biak Sel dan Jaringan Tanaman Puslit Bioteknologi LIPI
Terbuka
4

industry pangan

-
Super User
Foto dan Gambar
Gambar 1. Kultur tunas Taka tetraploid pada media MS
Gambar 2. Taka diploid (A) dan Tetraploid (B) hasil induksi dengan oryzalin