Daftar Hasil Penelitian
2015
Metode
Metode klastering klon tunas taka (Tacca leontopetaloides) in vitro hasil iradiasi sinar Gamma

Salah satu metode untuk meningkatkan keragaman tanaman taka dapat dilakukan dengan induksi mutasi melalui iradiasi sinar Gamma. Tunas pucuk taka berumur sekitar 2 minggu pada media MS diiradiasi dengan sinar Gamma dengan dosis rendah yaitu 0, 5, 10, 20, dan 30 Gray. Hasil iradiasi adalah klon-klon tunas kandidat mutan yang harus diseleksi. Seleksi dapat dilakukan dengan cara mengelompokkan tunas menurut karakter pertumbuhannya seperti tinggi tunas, jumlah buku, jumlah daun dan lain-lain.  Analisis klaster yang digunakan adalah jenis klaster hierarki, dengan metode Ward dan perhitungan jarak kemiripan/ketidakmiripan yang digunakan adalah Euclidean distance. Analisis klaster dilakukan dengan bantuan software Minitab ver. 16. Untuk menentukan klaster dengan pertumbuhan terbaik dilakukan analisis varian pada klaster yang terbentuk. Analis varian (ANOVA) dilanjutkan dengan posthoc test Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dilakukan dengan bantuan software IBM SPSS ver. 22.

Metode cepat untuk mengelompokkan tunas taka dengan klastering sehingga mudah dilakukan seleksi 

Mendapatkan klon kandidat mutan dengan karakter pertumbuhan tertentu

Hapsari, B.W., A.F. Martin, D.E. Rantau, Rudiyanto, dan T.M. Ermayanti. 2015. Analisis Klaster pada Kultur in vitro Tacca leontopetaloides Hasil Iradiasi Sinar Gamma. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Unggulan Bidang Pangan Nabati. Hal 305-314.

Satu paket metode
Ruang Kultur Laboratorium Biak Sel dan Jaringan Tanaman Puslit Bioteknologi LIPI
Terbuka
4

industry pangan

-
Super User
Foto dan Gambar
Gambar 1. Hasil dendogram untuk penentuan klaster taka Tabel
Gambar 2. Rataan jumlah tunas (1) , Jumlah daun (2) dan Tinggi tunas (3) pada masing- masing klaster yang terbentuk. Bar diikuti huruf yang berbeda menunjukkan beda nyata berdasar DMRT