Daftar Kegiatan
2017
Technopark Enrekang Berbasis Bioresources : Pengembangan Peternakan Sapi dengan Konsep Good Breeding Practice
Penelitian Laboratorium dan Lapangan

Techno Park (TP) merupakan kawasan yang diperuntukan bagi penelitian dan pengembangan sains dan teknologi berdasarkan kepentingan bisnis. Pembangunan techno park diarahkan berfungsi sebagai pusat penerapan teknologi di bidang pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan hasil (pasca panen), industri manufaktur, ekonomi kreatif dan jasa-jasa lainnya yang telah dikaji oleh lembaga penelitian, swasta, perguruan tinggi untuk diterapkan dalam skala ekonomi.

Technopark (TP) yang kegiatannya berada di Kab. Enrekang Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan (Selanjutnya disebut “TP Enrekang”) menjadi model kegiatan ekonomi berbasis bioresources lokal. TP Enrekang menitikberatkan pada kegiatan pendidikan, pengelolaan lingkungan, pengembangan agropolitan, pemberdayaan masyarakat dan fasilitasi temu bisnis antara akademisi, pengusaha, pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, fungsi utama TP Enrekang adalah sebagai pusat pemberian layanan alih teknologi dari hasil-hasil penelitian LIPI, universitas dan lembaga litbang lain kepada industri, penciptaan atau pemberian layanan kepada perusahaan start up dan masyarakat sekitar dengan pembangunan UKM-UKM. Technopark (TP) Enrekang, secara bertahap memberikan pendampingan dan supervisi dalam pengembangan beberapa UKM di sekitar kawasan TP Enrekang.

Komersialisasi merupakan proses awal dalam proses bisnis untuk menjamin keberlanjutan usaha sehingga perlu strategi agar produk yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen. Konsumen saat ini lebih teliti dalam memilih produk makanan dan minuman untuk memastikan bahwa sebuah produk aman dikonsumsi. Salah satu yang menjadi perhatian konsumen adalah terdapatnya perijinan produk. Konsumen akan memberikan perhatian lebih pada produk baru terutama yang dihasilkan oleh produsen skala kecil menengah. Perhatian Konsumen tertuju pada adanya nomor PIRT/MD, kadaluarsa, logo halal, dan SNI untuk memastikan keamanan produknya. Jika produk tersebut belum memiliki sertifikat perizinan bukan tidak mungkin produk itu akan ditinggalkan konsumen dan tentunya produsen akan mengalami kerugian. Berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia, maka perijinan edar produk mutlak dipenuhi oleh masing masing produsen baik dari skala kecil hingga skala besar. Pada Tahun 2017 ini, kegiatan difokuskan pada pengembangan UKM di technopark Enrekang terutama produk olahan susu (dangke) melalui pendampingan dalam perijinan dan komersialisasi produk.

Capaian dari kegiatan ini antara lain 1) Dokumen Certificate of Analysis (CoA) kerupuk dangke (1 dokumen); 2) Desain kemasan krupuk dangke yang baru dilengkapi dengan syarat-syarat kelengkapan komersialisasi produk untuk kelas UMKM (1 desain) 3) Workshop “Strategi Komersialisasi Produk dalam Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Technopark Enrekang” dengan peserta sebanyak 20 orang dan 4) Pendaftaran merek kerupuk dangke “MELONA” (1 dokumen)

DIPA PKT Kebun Raya LIPI
Kab. Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan
2015-2019
Lanjutan
Terbuka
Saiful Anwar
Laporan Kegiatan
Saiful Anwar