Daftar Laboratorium

Genetika Molekuler Hewan

Laboratorium Genetika Molekuler Hewan (GMH) merupakan salah satu laboratorium dari Bidang Biologi Sel dan Jaringan, Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI. Awal berdirinya laboratorium ini bersamaan dengan adanya kerjasama penelitian dengan Australia (University of Sydney, Monash University) tahun 1999-2004, bidang genetika molekuler dan dengan Murdoch University, Perth, Australia tahun 2001-2004, bidang Protein Rekombinan. Pengembangan Laboratorium GMH sejalan dengan pengembangan ilmu biologi molekuler yang cepat pada dunia genetika molekuler ternak. Sejalan kemajuan tersebut, Lab. GMH mengkhususkan pada penelitian bioteknologi molekuler untuk sifat penting bernilai ekonomi dan rekombinan protein untuk pengembangan vaksin ternak ruminansia. Kegiatan penelitian tersebut dimaksudkan untuk mendukung kemandirian bangsa dalam seleksi ternak unggul berbasis genomik dan pengembangan vaksin rekombinan ternak berkualitas. Pengembangan teknologi molekuler yang didukung dengan SDM yang memadai, kelengkapan sarana dan prasarana, diharapkan mampu mendukung kegiatan penelitian ternak pada Satuan Kerja Puslit Bioteknologi kearah bioteknologi maju (advanced biotechnology).

Visi

  • Menjadikan Kelompok Penelitian (KELTI) dan Laboratorium berbasis Bioteknologi Molekuler untuk meningkatkan kualitas dan kesehatan ternak ruminansia Indonesia guna menunjang kemandirian bangsa sektor pangan berasal dari ternak

 Misi

  • Menguasai IPTEK bidang bioteknologi molekuler sebagai penggerak dan acuan dalam melakukan kegiatan penelitian guna menunjang pembangunan peternakan berkelanjutan
  • Menggali potensi ternak lokal berbasis genetika molekuler untuk meningkatkan kualitas ternak dengan sifat bernilai ekonomi
  • Mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemasyarakatan IPTEK bidang bioteknologi molekuler hewan
  • Meningkatkan profesionalitas kerja peneliti bidang bioteknologi molekuler hewan melalui kerjasama penelitian dalam dan luar negeri
  • Melakukan penelitian genetika molekuler ternak untuk perbaikan sifat produksi bernilai ekonomi
  • Mengkaji biodiversitas genetik ternak Indonesia berbasis genetika molekuler
  • Pengembangan vaksin ternak berbasis protein rekombinan

TUGAS:

  1. Menguasai iptek bidang bioteknologi molekuler dengan fokus pada Genetika Molekuler Ternak dan Rekombinan Protein untuk kesehatan hewan guna menunjang pembangunan peternakan berkelanjutan
  2. Menggali potensi ternak lokal berbasis genetika molekuler untuk meningkatkan kualitas ternak terutama sifat bernilai ekonomi
  3. Mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemasyarakatan IPTEK bidang bioteknologi molekuler hewan
  4. Meningkatkan profesionalitas kerja peneliti bidang bioteknologi molekuler hewan melalui kerjasama penelitian dalam dan luar negeri
  5. Diseminasi hasil penelitian melalui penyelenggaraan pelatihan dan workshop bidang Genetika Molekuler dan Rekombinan Protein
  6. Pelayanan dan transfer IPTEK melalui pembimbingan mahasiswa PKL, skripsi S1 dan Thesis Pascasarjana S2 dan S3
  7. Pengembangan SDM melalui pemagangan/pelatihan didalam/luar negeri, visiting Science, Exchange Science. 

 

FUNGSI

  1. Pengembangan IPTEK berbasis bioteknologi molekuler membantu penyelesaian masalah nasional pada komoditas ternak
  2. Sebagai tempat peneliti berkreasi dalam pengembangan IPTEK untuk menjadikan peneliti yang berkualitas dan handal
  3. Pengembangan laboratorium melalui kolaborasi penelitian dengan Institusi Penelitian atau Akademia dalam dan luar negeri

1 Dikenalnya laboratorium di institusi pendidikan (akademia) dan lembaga riset dalam dan luar negeri.

2. Granted Patent bidang Vaksin Rekombinan

3. Publikasi artikel ilmiah baik Nasional maupun Global

 

 

  1. Pelatihan dan Workshop (Peserta Mahasiswa dan Guru SMA)
  • Teknologi DNA dan Molekuler
  • Bio-informatika
  • Kloning dan Ekspresi protein Rekombinan
  1. Pembimbingan penelitian dengan bidang penelitian sesuai kegiatan laboratorium
  • Bimbingan Tugas Akhir Pascasarjana (S2 dan S3)
  • Bimbingan Tugas Akhir Sarjana (S1)
  • Bimbingan Praktek Kerja Lapangan (PKL)

Jurnal Internasional

  1. Margawati, E. T., Indriawati, Subandriyo, K. J. Fullard, and H.W Raadsma. 2010. Mapping of Quantitative Trait Loci for Growth and Carcass Traits in Backcross Population of Indonesian Thin Tail (ITT) Sheep. Journal of Genetic Engineering and Biotechnology. 8(2): 1- http://www.jgeb.eg.net/pdf/vol8-n2/1.pdf
  2. Margawati, E.T. 2012. A global strategy of using molecular genetic information to improve genetics in livestock. Reproduction of Domestic Animal. 47 (Suppl. 1): 7-9/2012. doi: 1111/j.1439-0531.2011.01957.x. ISSN 0936-6768. Wiley Blackwall Verlag GmbH. http://onlinelibrary.wiley.com /doi/10.1111/rda.2011.47.issue-s1/issuetoc
  3. Sari, E. M., H. Jianlin, R. R. Noor, C. Sumatri, and E.T. Margawati. 2015. Phylogenetic analysis of Aceh cattle breed of Indonesia through mitochondrial D-loop region. Journal of Genetic Engineering and Biotechnology. June 2016, 14(1):227-231 http://dx.doi.org/10.1016/j.jgeb. 2015.12.001.

 

Jurnal nasional

  1. Margawati, E. T. dan M. Ridwan. 2010. Pengujian Pencemaran Daging Babi pada Beberapa Produk Bakso dengan Teknologi PCR: Pencarian Sistem Pengujian Efektif. Berita Biologi. April edition. 10 (1): 93-98/2010. ISSN 0126-1754 Terakreditasi No. 14/Akred-LIPI/P2MBI/9/2006
  2. Margawati, E. T. 2010. Producing the greatest good for greatest numbers – Implementation of utilitarianism principle: The case study of producing recombinant protein of JDV. BIOTA Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Hayati. 16(2): 342-347/2010. ISSN 0853-8670. Terakreditasi SK. No. 43/DIKTI/Kep/2008.
  3. Margawati, E. T. 2013. Peningkatan Produksi Pangan Asal Ternak melalui Pendekatan Teknologi Molekuler. Jurnal Terakreditasi Pengembangan Inovasi Pertanian Balitbang Pertanian, KEMENTAN. (2): 94-103/2013. ISSN 1979-5378. 492/Akred/P2MI-LIPI/08/2012
  4. Indriawati, E.T. Margawati dan M. Ridwan. Identifikasi virus penyakit jembrana pada sapi Bali menggunakan penanda molekuler gen env-su. Berita Biologi. Edisi April 12(2): 209-214/2013. ISSN 0126-1754. Akred. No. 436/AU2/P2MI-LIPI/08/2012

 

Prosiding Internasional

  1. Margawati, E.T., Indriawati and M. Ridwan. 2011. Cloning and Expression of Small Accessory tat Gene of Jembrana Disease Virus. Proceedings of The 4th International Seminar of Indonesia Society for Microbiology and IUMS-ISM Outreach Program on Food Safety, ISISM, Denpasar, Bali. p. 105 (Abstract)/2011
  2. Margawati, E.T., P. P. Agung and M. Ridwan. 2012. Genetic Marker Approach for confirming the existing twinning trait in PO Cattle. Proceeding, the 2nd International Seminar on Animal Industry: 97-103. ISBN. 978-602-96530-1-4
  3. Sari, E. M., R. R. Noor, C. Sumantri, and E. T. Margawati. 2012. Carcass Traits Association with GH/ALuI Gene Polymorphism in Indonesian Aceh Cattle. Proceeding, the 2nd International Seminar on Animal Industry: 104-109. ISBN: 978-602-96530-1-4
  4. Margawati, E. T., Indriawati, R. Devi, Rialita, and M. Ridwan. 2014. Expression of JTAT pET Protein Recombinant through Different Strain of Host Cells and Culture Temperatures. A presented paper in the 7th International Seminar of Indonesian Society for Microbiology 2014 (ISISM 2014). Padang 15-18 October 2014
  5. Margawati, T., Indriawati, and Ridwan, M. 2014. Application of Genetic Marker Technology for Predicting Twinning Trait in Ongole Cattle. Proceedings of the 16th the AAAP (Asian Australasian Association of Animal Production) Animal Science Congress Vol II. Yogyakarta, Indonesia. p. 1402-1405
  6. Margawati, E. T., Indriawati, S. D. Volkandari, and M. Ridwan. 2015. Identification of Pure Bali Cattle by Using Molecular Approach. The 6th International Seminar on Tropical Animal Production di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Oktober 2015
  7. Margawati, E.T., S. D. Volkandari, Indriawati, and C. Talib. 2016. Genotyping Kappa casein gene in Indonesian buffalo. Proceedings of International Seminar on Livestock Production and Veterinary Technology 2016, 10-12 Agustus 2016

 

Prosiding Nasional

  1. Margawati, E.T. 2013. Aplikasi Teknologi Genetika Molekuler pada Perbaikan Mutu Ternak. Prosiding Seminar Nasional dan Forum Komunikasi Industri Peternakan. ISBN 978-602-98275-4-5. Hal 30-40.
  2. Indriawati, M. Ridwan dan E.T. Margawati. 2013. Enzim N-Acetyl-beta-D-Glucosaminidase (NAGase) dan Hubungannya dengan Penyakit Mastitis pada Ternak Sapi Perah. Prosiding Seminar Nasional dan Forum Komunikasi Industri Peternakan. ISBN 978-602-98275-4-5. Hal: 635-641.
  3. Margawati, E. T., Indriawati dan M. Ridwan. Pengembangan Vaksin Jembrana Berbasis Teknologi Protein Rekombinan. Prosiding Seminar Nasional SiNas 2013: 4 hal. (Inpress)
  4. Indriawati, M. Ridwan dan E.T. Margawati. Identifikasi Penyakit Bovine Leukocyte Adhesion Deficiency (BLAD) pada Sapi Perah Friesian Holstein Menggunakan Metode Molekuler.  Proceeding Seminar Nasional “Peran Serta Pendidikan Magister Ilmu Peternakan dalam Menyiapkan Sumberdaya Manusia Berkualitas, MIT FPP Undip, Semarang, 12 Mei 2016

 

Short Communication

  1. Hartatik, T., B. D. P. Soewandi, S. D. Volkandari, A. C. Tabun, Sumadi, and Widodo. 2016. Short Communication: Genetic identification of local pigs, and imported pigs (Landrace and Duroc) based on cytochrome b sequence analysis. Biodiversitas, 17(1):270-274. DOI: 10.13057/ biodiv/d170138

Sertifikat Paten

- Nomor Paten: IDP000041327

- Tanggal pemberian : 16 Mei 2016

- Judul Paten: Konstruksi DNA Untuk Ekspresi Protein Rekombinan Jtat Sebagai Bahan Vaksin Anti-Lentivirus

- Inventor : Dr. Endang Tri Margawati; Indriawati, S.Si; dan Muhammad Ridwan, S.Far

Laboratorium

  1. PCR Machine Gradient (Eppendroft)
  2. PCR Machine Gradient (TC-Plus, Techne)
  3. Spectrophotometer (Genequant, Amersham Bioscience)
  4. Laminar Air Flow Cabinet (Esco Class II)
  5. Laminar Air Flow Cabinet (BH-100, Telstar)
  6. Centrifuge (Z300K, Hermle)
  7. Centrifuge (CT15RE, Hitachi)
  8. pH meter (Thermo Orion)
  9. pH meter (Eutech)
  10. Vertical Electrophoresis (Bio-Rad)
  11. Horizontal Electrophoresis (Thermoscientific)
  12. Hot Plate (Cimarec, Barnstead Thermolyne)
  13. Hot Plate (Raypa)
  14. Micropipette (BioRad)
  15. Micropipette (Eppendroft)
  16. Micropipette (Gilson Pipetman)
  17. Timbangan digital (Precisa, XT-120A)
  18. Freezer (GEA, 3 buah)
  19. Deep Freezer -80C
  20. Refrigerator (Thosiba)
  21. Refrigerator (Sharp)
  22. Vortex mixer (Barnstead Thermolyne)
  23. Vortex mixer (Stuart)
  24. Waterbath (Trade Raypa)
  25. Ultrasonic Processor (BioBlock Scientific)

 Lapangan

  1. Kandang Ternak dan perlengkapannya
  2. Chopper rumput dan shearer
  3. Lapangan rumput

Luar Negeri

    1. LIPI-Australia (The University of Sydney, Melbourne University, and Monash University)

  1.  ACIAR project (AS1 97/27) “Disease resistant to internal parasite in Indonesian Thin Tail (ITT) Sheep” (1999-2004) LIPI-Australia (Murdoch University)
  2. ACIAR project (AS12000/029): Production of vaccine for the control of Jembrana disease in Indonesia (2001-2004)

    2. Pembimbingan 2 mahasiswa Luar Negeri untuk Bachelor Thesis Department of Animal Breeding and Genetics, Swedish         University of Agricultural Science (SLU), Uppsala, Sweden (2012 & 2015)

Dalam Negeri

  1. Balai Penelitian Ternak, Puslitbang Peternakan, Bogor: Pemuliaan (breeding) penyediaan populasi back-cross progeny (ITTxMerinoxMerino), 1999-2004
  2. Balai Besar Penelitian Veteriner, Puslitbang Peternakan, Bogor: Imunologi sifat ketahanan penyakit cacing hati Fasciola gigantica pada domba ekor tipis, 1999-2004
  3. Balai Penelitian dan Penyidikan Veteriner (BPPV), Bali: Pembuatan diagnostic kit dan uji rekombinan vaksin (2001-2004)
  4. Balai Pengkajian Bioteknologi-BPPT (2006-2007): Pengembangan vaksin rekombinan jembrana
  5. Fakultas Peternakan, IPB, Dramaga Bogor (2007): Analisis Kuantitatif sifat pertumbuhan pada domba Garut
  6. Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran (UNPAD) (2007), Bandung: Keluarga acuan domba Garut untuk sifat pertumbuhan pada domba: data morfologi dan sampling darah
GMH
Slamet Diah Volkandari